Puisi Tentang Matahari Karya Sapardi Djoko Damono

Berikut ini adalah puisi berjudul “Tentang Matahari” yang dibuat oleh Sapardi Djoko Damono.

“Tentang Matahari”
(Karya Sapardi Djoko Damono)

Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu
waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,
adalah jam weker yang berdering
sedang kau bersetubuh,
adalah gambar bulan
yang dituding anak kecil itu sambil berkata :
“Ini matahari! Ini matahari!”
Matahari itu? Ia memang di atas sana
supaya selamanya kau menghela
bayang-bayanganmu itu.

Related posts of "Puisi Tentang Matahari Karya Sapardi Djoko Damono"

Puisi Matahari-Matahari! Karya Mochtar Lubis

Berikut ini adalah puisi berjudul "Matahari-Matahari!" yang dibuat oleh Mochtar Lubis. "Matahari-Matahari!" (Karya Mochtar Lubis) Engkau yang tiap hari menyinari bumi kami.. dan mengatur siang dan malam kami.. Engkau bersinar pada saat ini.. Ketika kami berkumpul mencari.. Apa yang harus kami lakukan.. untuk masa kini dan masa depan.. bangsa Indonesia, anak-anak kami.. anak-anak cucu kami...

Puisi Hoax Karya Gun

Berikut ini adalah puisi berjudul "Hoax" yang dibuat oleh Gun. "Hoax" (Karya Gun) Media sosial milik massa Semua berita bisa diunggah Wadah berekspresi mencurahkan isi hati Sayangnya kebebasan salah menanggapi Beritanya sangat berani Barangkali justru tidak mengerti Kabar bohong di sana-sini Menghasut memanaskan kondisi Hoax memang berita bohong Cenderung menjebak dam merongrong Terbius ulasan omong...

Puisi The Man He Killed Karya Thomas Hardy

Berikut ini adalah puisi berjudul "The Man He Killed" yang dibuat oleh Thomas Hardy. "The Man He Killed" (Karya Thomas Hardy) Had he and I but met By some old ancient inn, We should have set us down to wet Right many a nipperkin! But ranged as infantry, And staring face to face, I shot...

Puisi Ini Februari Karya Yeye

Berikut ini adalah puisi berjudul "Ini Februari" yang dibuat oleh Yeye. "Ini Februari" (Karya Yeye) (I) Ini Februari Bulan merah jambu, katamu Langit menitipkan salam Hujan tumpah ruah Membasah kebun, halaman dan hati Rindu datang lagi Pada tulusmu yang sungguh-sungguh (II) Selalu melankolia Mengingatmu dalam larik-larik alinea Tak akan selesai cerita tentangmu Bukan tentang cinta...