Puisi Perempuan Yang Menunggu Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul “Perempuan Yang Menunggu” yang dibuat oleh W.S. Rendra.

“Perempuan Yang Menunggu”
(Karya W.S. Rendra)

Orang yang menunggu
dan mengarungi waktu
hati padang tanpa bunga
udara dan batu sekali dikandungnya.

Sepi terbaring pada malam dan pagi
menyiksa racun jemu yang abadi.

la duduk di atas luka
berbelai dengan hawa ia berkata:
Saya sudah tua, dan
disuruh saya:

Duduk saja di sana!
Dan menanti!

Related posts of "Puisi Perempuan Yang Menunggu Karya W.S. Rendra"

Puisi Alaah… Biasa Karya Destuma

Berikut ini adalah puisi berjudul "Alaah... Biasa" yang dibuat oleh Destuma. "Alaah... Biasa" (Karya Destuma) Hampa... Kian hampa hari yang terurai Kian tawar tawa yang terpaksa Semua yang kurasa hanya hampa Semua mimpi hanya biasa Tiada yang istimewa... semua biasa-biasa saja Dirimu hadir... Hanya sekejap Yang menyibakkan tirai kelana Oh... sejuta pesona Hijau muda dan...

Puisi Musim Derep Musim Melajo Karya M.J.

Berikut ini adalah puisi berjudul "Musim Derep Musim Melajo" yang dibuat oleh M.J. "Musim Derep Musim Melajo" (Karya M.J.) Musim potong sudah datang, Apa kita dengar itu? Padi di sawah sudah matang; Kita orang rame pergi di situ. Pada suatu siang hari, Tranglah cahyanya matahari; Dengar di kanan, dan di kiri, Segala burung pada menyanyi....

Puisi Still I Rise Karya Maya Angelou

Berikut ini adalah puisi berjudul "Still I Rise" yang dibuat oleh Maya Angelou. "Still I Rise" (Karya Maya Angelou) You may write me down in history With your bitter, twisted lies, You may tread me in the very dirt But still, like dust, I'll rise. Does my sassiness upset you? Why are you beset with...

Puisi Pengorbanan Ibu Karya Arif

Berikut ini adalah puisi berjudul "Pengorbanan Ibu" yang dibuat oleh Arif. "Pengorbanan Ibu" (Karya Arif) Malam ketika itu... Kudengar sebuah cerita tentangmu ibu Tentang sejarah adanya diriku Sejerah pengorbananmu selama 9 bulan Kudengar... Engkau menangis setiap malam di setiap sujudmu Engkau menahan kesakitan di sela-sela hari-harimu Engkau merelakan semua keinginan dan anganmu Dan tak lain...