Puisi Pantun Karya Soeparwata Wiraatmadja

Berikut ini adalah puisi berjudul “Pantun” yang dibuat oleh Soeparwata Wiraatmadja.

“Pantun”
(Karya Soeparwata Wiraatmadja)

Bagai mawar, mawar yang merah
dipetik puisi di kuntum pagi
Bagai puisi, puisi indah
dipetik hidup di pucuk belati

Bagai puisi, puisi indah
dipetik hidup di pucuk belati
Bagai bocah, bocah bermadah
lupa diri menyusur di lorong mati

Bagai bocah, bocah bermadah
lupa diri menyusur di lorong mati
Bagai diri, diri gelisah
lupa mati menulis puisi

Sumber: Kidung Keramahan lewat Angkatan 66 (Pustaka Jaya, 1968).

Related posts of "Puisi Pantun Karya Soeparwata Wiraatmadja"

Puisi A Gentle World Karya David G. Kelly

Berikut ini adalah puisi berjudul "A Gentle World" yang dibuat oleh David G. Kelly. "A Gentle World" (Karya David G. Kelly) A gentle word like a spark of light, Illuminates my soul And as each sound goes deeper, It’s YOU that makes me whole There is no corner, no dark place, YOUR LOVE cannot fill...

Puisi Selamat Hari Nyepi Karya Anonim

Berikut ini adalah puisi berjudul "Selamat Hari Nyepi" yang dibuat oleh Anonim. "Selamat Hari Nyepi" (Karya Anonim) Saat jiwa dikendalikan kemauan Hidup jauh dari ketenangan Namun saat kesadaran berperan Damai menaungi kehidupan Itulah makna hening sepi Yang perlu kita resapi Ada saatnya harus jeda Berhenti sejenak dari biasa Selamat membersihkan hati Merayakan keheningan diri Semoga...

Puisi Sebelum Nyawa Terlepas Raga Karya Hartono Jhon Witir

Berikut ini adalah puisi berjudul "Sebelum Nyawa Terlepas Raga" yang dibuat oleh Hartono Jhon Witir. "Sebelum Nyawa Terlepas Raga" (Karya Hartono Jhon Witir) Ketika tahta menguasai jiwa Ketika mimpi tak beralas hati nurani Tak peduli apa kata mereka Bahkan Tuhan pun dianggap tiada Saat logika berpikir nafas tak berakhir Saat jiwa merasa menang tak kan...

Puisi Elegi Karya Asrul Sani

Berikut ini adalah puisi berjudul "Elegi" yang dibuat oleh Asrul Sani. "Elegi" (Karya Asrul Sani) Ia yang hendak mencipta, menciptalah atas bumi ini. Ia yang akan tewas, tewaslah karena kehidupan. Kita yang mau mencipta dan akan tewas akan berlaku untuk ini dengan cinta, dan akan jatuh seperti permata mahkota berderi sebutir demi sebutir Apa juga...