Puisi Mesum di Teluk Penyu Karya Norman Adi Satria

Berikut ini adalah puisi berjudul “Mesum di Teluk Penyu” yang dibuat oleh Norman Adi Satria.

“Mesum di Teluk Penyu”
(Karya Norman Adi Satria)

Di Teluk Penyu
Aku dipeluk kamu

Berkecipak tentakel sotong
Berkecipok menggusel si otong

Tritip-tritip menempel di dinding trekdam
Kedip-kedip terlampiaskan rindu dendam

“Sayang, aku ingin bawa pulang ombak di tepian Nusakambangan!”
“Mustahil, sayangku. Ombak takkan pernah terenggut dari lautan.”
” So sweet… Jadi, lebih mudah bagimu merenggut keperawanan?”
“Apa sih sebenarnya maksudmu?”
“Nikahi aku, dungu! Jangan maunya mesum melulu!”

– Bekasi, 18 Oktober 2016 –

Related posts of "Puisi Mesum di Teluk Penyu Karya Norman Adi Satria"

Puisi Angan Angin Karya Adri Sandra

Berikut ini adalah puisi berjudul "Angan Angin" yang dibuat oleh Adri Sandra. "Angan Angin" (Karya Adri Sandra) layang-layang yang kau lepas, bermain dengan angin “aku ingin mengembara jauh, tinggi sekali!” tapi tali di kumparan engkau pegang mati, matamu menerobos angkasa menikmati kegelisahan dalam tariannya anganmu tergantung di belahan awan, di atas layang-layang; angin berkeringat memuai...

Puisi Amsal Seekor Kucing Karya Abdul Hadi W.M.

Berikut ini adalah puisi berjudul "Amsal Seekor Kucing" yang dibuat oleh Abdul Hadi W.M. "Amsal Seekor Kucing" (Karya Abdul Hadi W.M.) Selalu tak dapat kulihat kau dengan jelas padahal aku tidak rabun dan kau tidak pula bercadar Hanya setiap hal memang harus diwajarkan bagai semula: Selera makan, gerak tangan, gaya percakapan, bayang-bayang kursi Bahkan langkah-langkah...

Puisi Wahai Pemuda Mana Telurmu? Karya Sutardji Calzoum Bachri

Berikut ini adalah puisi berjudul "Wahai Pemuda Mana Telurmu?" yang dibuat oleh Sutardji Calzoum Bachri. "Wahai Pemuda Mana Telurmu?" (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Apa gunanya merdeka Kalau tak bertelur? Apa gunanya bebas Kalau tak menetas? Wahai bangsaku Wahai Pemuda Mana telurmu? Burung Jika tak bertelur Tak menetas Sia-sia saja terbang bebas

Puisi Terbuka Bunga Karya Amir Hamzah

Berikut ini adalah puisi berjudul "Terbuka Bunga" yang dibuat oleh Amir Hamzah. "Terbuka Bunga" (Karya Amir Hamzah) Terbuka bunga dalam hatiku! kembang rindang disentuh bibir kesturimu. Melayah-layah mengintip restu senyumanmu. Dengan mengelopaknya bunga ini, layulah bunga lampau, kekasihku. Bunga sunting hatiku, dalam masa mengembara menanda dikau Kekasihku! inikah bunga sejati yang tiadakan layu?