Puisi Kuterka Gerimis Karya Sapardi Djoko Damono

Berikut ini adalah puisi berjudul “Kuterka Gerimis” yang dibuat oleh Sapardi Djoko Damono.

“Kuterka Gerimis”
(Karya Sapardi Djoko Damono)

Kuterka gerimis mulai gugur
Kaukah yang melintas di antara korek api dan ujung rokokku
sambil melepaskan isarat yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu
Seperti nanah yang meleleh dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu
Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu

Related posts of "Puisi Kuterka Gerimis Karya Sapardi Djoko Damono"

Puisi Tinggal Bahasa Karya Galeh Pramudianto

Berikut ini adalah puisi berjudul "Tinggal Bahasa" yang dibuat oleh Galeh Pramudianto. "Tinggal Bahasa" (Karya Galeh Pramudianto) Aku rindu eskalator yang membawaku sampai di lembah baju-baju. Kentang goreng, susu kotak, dan jus melon merekah dalam kantong belanjaan. Aku rindu ruang merokok, yang menggendongku beristirahat pada pekat polusi kota, menenangkan dalam sebungkus hisap lesap. Aku rindu...

Puisi Manusia Lupa Karya Anonim

Berikut ini adalah puisi berjudul "Manusia Lupa" yang dibuat oleh Anonim. "Manusia Lupa" (Karya Anonim) Kadang keberuntungan ada di tangan kita Kita perlu merenung, meskipun beruntung Hingga di ujung jalan, Kenapa cinta membuat kita menjadi munafik Hidup penuh pura-pura Hingga kita lenyap Bersama sinar matahari Dan kita lupa Bersama dunia fana Lupa memori kecil Yang...

Puisi Setelah Pengakuan Dosa Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul "Setelah Pengakuan Dosa" yang dibuat oleh W.S. Rendra. "Setelah Pengakuan Dosa" (Karya W.S. Rendra) Telah putih tangan-tangan jiwaku berdebu kausiram air mawar dari lukamu. Burung malam lari dari subuh. Kijang yang lumpish butuh berteduh. Di langit tangan-tangan tembaga terulur memanjang barat-timur bukit-bukit kapur. Tuhan adalah bunga-bunga mawar yang ramah. Tuhan...

Puisi Senja Siapa Karya Mustafa Ismail

Berikut ini adalah puisi berjudul "Senja Siapa" yang dibuat oleh Mustafa Ismail. "Senja Siapa" (Karya Mustafa Ismail) Senja siapakah yang kau kirim dalam arlojiku membuat ruang begitu sempit, halaman menjadi sepotong kardus Senja siapakah yang kau alirkan dalam darahku membuat jantungku begitu sering berdebar setiap menghadapi pagi Senja siapakah yang kau susupkan dalam sepatuku membuat...