Peribahasa Bagai Kacang Lupa Kulitnya

Berikut ini adalah arti dari peribahasa “Bagai kacang lupa kulitnya”.

Artinya:
1. Orang yang dahulunya miskin setelah menjadi kaya lupa akan asal usulnya.

2. Seseorang yang menjadi sombong, tidak tahu diri dan lupa akan asal usulnya.

Demikian arti dari peribahasa “Bagai kacang lupa kulitnya”. Semoga bermanfaat.

Related posts of "Peribahasa Bagai Kacang Lupa Kulitnya"

Peribahasa Air Dicencang Tiada Putus

Berikut ini adalah arti dari peribahasa “Air dicencang tiada putus”. Artinya:Hubungan persaudaraan antar manusia tidak dapat dipisahkan oleh suatu perselisihan.FYI: Dicencang berasal dari kata "cencang" yang mendapat imbuhan awalan "di-" dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti, yaitu dipotong kecil-kecil. Demikian arti dari peribahasa "Air dicencang tiada putus". Semoga bermanfaat.

Peribahasa Bagai Lebah Menghimpun Madu

Berikut ini adalah arti dari peribahasa “Bagai lebah menghimpun madu”. Artinya:Sangat rajin. Demikian arti dari peribahasa "Bagai lebah menghimpun madu". Semoga bermanfaat.

Peribahasa Cium Tapak Tangan, Berbaukah atau Tidak?

Berikut ini adalah arti dari peribahasa “Cium tapak tangan, berbaukah atau tidak?”. Artinya:Lihatlah diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencela orang lain. Demikian arti dari peribahasa "Cium tapak tangan, berbaukah atau tidak?". Semoga bermanfaat.

Peribahasa Bagai Ayam Lepas Bertaji

Berikut ini adalah arti dari peribahasa “Bagai ayam lepas bertaji”. Artinya:Serba berbahaya.FYI: Bertaji dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti, yaitu memakai taji (bagian yang keras dan runcing pada kaki ayam jantan). Demikian arti dari peribahasa "Bagai ayam lepas bertaji". Semoga bermanfaat.