Puisi

Puisi

Puisi Salam Karya Joko Pinurbo

Berikut ini adalah puisi berjudul “Salam” yang dibuat oleh Joko Pinurbo. “Salam” (Karya Joko Pinurbo) Hujan berhenti sejenak, memberikan hormat kepada pawang hujan yang menyeberang jalan dengan mantel hitamnya yang kedodoran. Keluarga besar hujan mengucapkan selamat malam Minggu kepada para jomblo yang rentan rindu.

Read More »

Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul “Sajak Widuri Untuk Joki Tobing” yang dibuat oleh W.S. Rendra. “Sajak Widuri Untuk Joki Tobing” (Karya W.S. Rendra) Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu, kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. Wahai, …

Read More »

Puisi Tahanan Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul “Tahanan” yang dibuat oleh W.S. Rendra. “Tahanan” (Karya W.S. Rendra) Atas ranjang batu tubuhnya panjang bukit barisan tanpa bulan kabur dan liat dengan mata sepikan terali Di lorong-lorong jantung matanya para pemuda bertangan merah serdadu-serdadu Belanda rebah Di mulutnya menetes lewat mimpi darah di cawan …

Read More »

Puisi Megatruh Bandung Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul “Megatruh Bandung” yang dibuat oleh W.S. Rendra. “Megatruh Bandung” (Karya W.S. Rendra) Bulan berdarah dalam prasasti sejarah. Ilalang bergoyang Lagu malam hutan Priangan. Pisau kiriman angin. Selendang sutra alam gaib. Mama! Bau lembut yang dalam dari kulit kudukmu. Merah jambu puting susu dari nyanyian sepanjang …

Read More »

Puisi Sajak Yang Tersesat Karya Shinta Febriany

Berikut ini adalah puisi berjudul “Sajak Yang Tersesat” yang dibuat oleh Shinta Febriany. “Sajak Yang Tersesat” (Karya Shinta Febriany) semula sajak ini hendak berkisah perihal alismu yang tebal aroma kretek yang tertinggal di bibirmu yang membuatku betah mengulumnya. sajak ini ingin sekali merekam tubuhmu yang jangkung dan ranum yang menderu …

Read More »

Puisi Hujan Dalam Komposisi 1 Karya Sapardi Djoko Damono

Berikut ini adalah puisi berjudul “Hujan Dalam Komposisi 1” yang dibuat oleh Sapardi Djoko Damono. “Hujan Dalam Komposisi 1” (Karya Sapardi Djoko Damono) Apakah yang kautangkap dari swara hujan, dari daun-daun bugenvil basah yang teratur mengetuk jendela? Apakah yang kautangkap dari bau tanah, dari ricik air yang turun di selokan? …

Read More »

Puisi Dengan Kata Lain Karya Joko Pinurbo

Berikut ini adalah puisi berjudul “Dengan Kata Lain” yang dibuat oleh Joko Pinurbo. “Dengan Kata Lain” (Karya Joko Pinurbo) Tiba di stasiun kereta, aku langsung cari ojek. Entah nasib baik, entah nasib buruk, aku mendapat tukang ojek yang, astaga, adalah guru Sejarah-ku dulu. “Wah, juragan dari Jakarta pulang kampung,” beliau …

Read More »

Puisi Makna Sebuah Titipan Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul “Makna Sebuah Titipan” yang dibuat oleh W.S. Rendra. “Makna Sebuah Titipan” (Karya W.S. Rendra) Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa : sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Allah bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, bahwa putraku …

Read More »

Puisi Nyanyian Suto Untuk Fatima Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul “Nyanyian Suto Untuk Fatima” yang dibuat oleh W.S. Rendra. “Nyanyian Suto Untuk Fatima” (Karya W.S. Rendra) Dua puluh tiga matahari bangkit dari pundakmu. Tubuhmu menguapkan bau tanah dan menyalalah sukmaku. Langit bagai kain tetiron yang biru terbentang berkilat dan berkilauan menantang jendela kalbu yang berdukacita. …

Read More »

Puisi Tuhan, Aku Cinta Padamu Karya W.S. Rendra

Berikut ini adalah puisi berjudul “Tuhan, Aku Cinta Padamu” yang dibuat oleh W.S. Rendra. “Tuhan, Aku Cinta Padamu” (Karya W.S. Rendra) Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal …

Read More »

Puisi Setelah Kau Mengunci Pagar Karya Dedy Tri Riyadi

Berikut ini adalah puisi berjudul “Setelah Kau Mengunci Pagar” yang dibuat oleh Dedy Tri Riyadi. “Setelah Kau Mengunci Pagar” (Karya Dedy Tri Riyadi) Malam semakin marak senapan-senapan sepi saling menyalak. Dan dia – korban bulan bisu – baru berwarna biru, seperti habis ditasbihkan oleh sepotong lagu, merayu-rayu engkau. Menyaru aku. …

Read More »

Puisi Ibu Karya Kahlil Gibran

Berikut ini adalah puisi berjudul “Ibu” yang dibuat oleh Kahlil Gibran. “Ibu” (Karya Kahlil Gibran) Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir-bibir manusia. Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah. Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa. Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita …

Read More »